Senin, 15 Juli 2013 | By: Unknown

DIARY KENANGAN (erin karina)

Hari itu fadli sedang belajar di kelas, tiba-tiba seorang wanita menghampirinya. Ya salma, dia teman dekatnya fadli.
“mau balik bareng ga?” tanya salma.
“yaudah ayo. Tapi gua yah yg bawa motornya?” ledek fadli.
“oke-oke.” Kata salma.
Mereka pun pulang, karena mereka rumahnya bertetangga. Mereka pun pulang selalu berdua. Ketika suatu pagi di sekolah, fadli sedang bermain basket bersama teman-temannya, tiba-tiba....
“aaaauuu.” Teriak seorang wanita.
Fadli pun menghampiri suara itu.
“ya ampun sorry-sorry gua ga sengaja. Lu gapapa?” tanyanya sambil membantu cewe itu berdiri.
“iya gua gapapa. Cuma puyeng dikit aja kok.” Jelas cewek itu.
“oh maaf yah sekali lagi. Kenalin (menyodorkan tangan) nama gua fadli silaen. Lu ?” tanya fadli balik.
“gua ginan kinara. Yaudah gua duluan yah.” Ginana pergi.
Panah asmara mulai muncul pada diri fadli terhadap ginan. Fadli menceritakan pertemuan pertamanya pada sahabatnya salma. Tanpa fadli sadari ternyata salma sahabatnya sendiri mempunyai perasaan yg spesial terhadap diri fadli.
Di rumah salma ternyata orang tua dari fadli datang untuk bertamu.
“ya ampun . ini boneka om sudah besar yah?” sambil memeluk salma.
“apaan sih om. Fadli mana om?” tanya salma pada ayahnya fadli.
“kangen yah sama fadli? Tadi dia bilang sihmau latihan basket di tempat biasa.” Sambil meledek salma. Pipi salma pun kelihatan merah dan memancar karna malu.
Dengan tergesa-gesa dia berlari keluar rumah untuk menyusul fadli yg sedang latihan. Sesampainya disana dia terkejut dengan keberadaan ginan. Fadli pun menghampiri salma yg sedang berdiri bawah pohon yg sejuk.
“my nyunyun sayng lagi apa disini? Hahah.” Sambil mencubit pipi salma yg memang tembem.
“iih apaan sih lu (melepaskan tangan fadli) lebay tau ga lu.” Kesal.
Ginan pun menghampiri mereka berdua. Mereka pun berkenalan, meskipun mereka satu sekolahan tapi mereka tidak satu kelas. Jadi buat apa temenan sama orang yg ga dikenal, hehe...
Mereka pun pulang sambil jalan kaki.
“oh iyah nan. Emang rumah kamu dimana?” tanya salma pada ginan dgn sedikit ketus.
“masih satu perumahan kok sama kalian, yah memang rumah gua agak jauh sih.” Jelas ginan pada salma.
“kok lu tau sih rumah gua sama fadli.” Heran..
“kan fadli ngasih tau ke gua, hehe...” jelas ginan.
Meraku pun sampai dirumahnya masing-masing, tidak dengan fadli yg pulang kerumah salma karena org tuanya sedang disana.
Mereka berduapun masuk kekamar salma yg sudah lama fadli tidak kesana.
“kamar lo masih ga berubah sejak 10 tahun lalu.” Kata fadli pada salma yg sedang menyisir rambutnya karna kumal.
“kaya yg baru tau gua aja. Gua gak terlalu suka perubahan yg begitu pesat.” Sambil memalingkan mukanya pada fadli.
‘iya iya my nyunyun sayang. Hehe.. kapan panggil gua my momon lg?” tanya fadli pada salma yg membuat salma terkejut dengan pertanyaan itu.
“hemm apaan sih my momon sayang. Tuh udah gua sebutkan, udah ah gua mau mandi sana di balkon depan. Jangan ngintip jangan ngacak-ngacak yah.” Dia pergi kekamar mandi.
Tanpa salma ketahui ternya fadli kepo terhadap kamarnya. Tanpa sengaja dia membuka sebuah laci di lemari dandan salma. Saat fadli membukanya dia menemukan sebuah diary yg telah usang dan jadul, saat dia akan membacanya salma keluar dari kamar mandi yg sudah berdandan rapi dengan kemeja putih dan celana jeans coklat. Dengan buru-buru dia menyembunyikan buku tersebut itu di balik bajunya.
“heh, lagi apa lo? Jangan kepo deh?” sambil melempar handuknya yg tersangkut dirambutnya ke muka fadli.
“ish, kurang ajar lu. Enak aja lo gua Cuma liat-liat kamar lo doang kok. Mau kemana lo? Rapih bener. Hemmm.” Curiga.
“bukan urusan lo momon jelek. Wlee.”
Merekapun bercanda dan saling mengelitik satu sama lamain. Sedang asik-asik mereka bercanda pintu kamar salma pun di ketuk oleh mamahnya salma yg menyuruh mereka turun ,karna sudah sore keluarga fadli pamit pulang.
“aduh rani makasih yah udah mau numpang kita bertamu kerumah kamu.” Kata mamah fadli sama mamahnya salma.
“iyah ningsih, kamu itu udah aku anggap sbg sodara ku sendiri. Lain kali mampir lagi aja, rumah yang ga begitu jauh juga masa jarang main.” Kata mamah salma.
Merekapun pulang dari rumah salma. Di rumah fadli, dia cepat-cepat membuka buku yg ia temukan di kamar salma. Dia pun membacanya lembar demi lembar ia baca, awalnya dia tersenyum dan tertawa terbahak-bahak karna semua yg di tulis mengisahkan semua kejailan dia terhadap salma. Namun, dia terkejut saat membaca lembar berikutnya yg membuat detak jantungnya berdebar dengan kencang......
Isi lembaran yg dia buka itu adalah tentang perasaan salma terhadap fadli yg selama 15 tahun ini dia tidak mengetahuinya. Saat itu juga dia langsung menutup diary yang usang itu. Tak lama dia berfikir saat melihat sebuah gantungan merpati dan dia pun tersadar bahwa diary ini adalah pemberiannya dahulu saat kelas 6 sd.
“gua gak nyangka nyunyun gua ternyata masih nyimpen kenangan kita dulu.” Dalam hatinya dia berbicara.
Keesokan harinya disekolah. Karena tidak ingin kelihatan canggung dengan salma, seperti biasa dia merangkul salma. Mereka pun masuk kekelas. Saat pelajaran ternyata gurunya tidak ada. Hal itu dimanfaatkan oleh fadli, dwiki dan ozan untuk pergi kekantin.
“gila nekat lu fad. Kalo ketauan sama bu bepe yg killer abis mati kita.” Kata dwiki yg nyalinya emang sedikit ciut.
“halah, lo mah penakut ki. Ga kaya gua yg berani gini haha.” Kata ozan yg sok  jago.
Tiba-tiba mereka di kejutkan dengan kedatangan guru bepe yaitu bu maria.
“siapa yg belaga sok berani? Sini maju!” kata bu maria dengan melotot.
Semua pun tediam saat bu maria berbicara.
“kalian sudah tau masih jam pelajaran. Malah bolos. Sekarang kalian ikut saya.” Kata bu maria sambil berjala.
Mereka pun dihukum oleh bu maria untuk mengormat pada bendera sampai jam pulang sekolah. Salma yg melihat sahabatnya itu dihukum malah tertawa namun dia menyimpan kekhawatiran. Saat pulang sekolah saat salma akan memberikan minum pada fadli ternyata sudah ada ginan. Dia pun mengurungkan niatnya tersebut. Tanpa basa-basi dengan kekecewaan di hatinya dia pun langsung pulang tanpa memberitahu pada fadli. Sesampainya dirumah dia langsung membuka lanci untuk menulis kejadian tadi di buku diarynya, namun apa yg dia dapat ternyata buku itu tidak ada. Dia pun mencarinya kemana-kemana namun tidak ada, padahal dia yakin buku itu berada disana. Dengan terburu-buru dia segera turun dari kamarnya untuk menemui mamahnya. Saat dia hendak turun kakinya pun keseleo sehingga membuat dia terjatuh. Dia pun segera di larikan kerumah sakit. Kaki dia pun harus di gips karena tulang kakinya retak . Saat dirumah sakit mamahnya menanyakan mengapa dia berlari hingga terjatuh.
“mamah liat ga buku diary yg sering mamah liat. Aku naronya di laci lemari rias.” Kata salma.
“engga tuh sayang. Emangnya sepenting itu.” Mamahnya heran.
Dia hanya terdiam. Tiba-tiba keluarga fadli datang untuk menjenguk dia. Orangtua merekapun memberi waktu mereka untuk berduan.
“lu itu ceroboh! Sama kaya waktu dulu, ga bisa hati-hati.” Kata fadli sambil sedikit membentaknya.
“ jangan suka menggurui orang kalo lo sendiri masih harus di gurui.” Kata salma yg sedikit menyindir.
“tadi lo kemana pas gua di hukum? Untung ada ginan yg ngasih gua minum coba kalo engga mati keausan gua.” Sambil meledek.
“udah ada ginan kan? Masih butuh gua juga. Serakah lo wlee.” Sambil mengucek-ngucek rambutnya fadli.
Ke esokan harinya di sekolah. Salma masuk sekolah padahal kakinya masih di gips, saat dia hendak masuk ke kelas kakinya tersandung ke pintu kelas sehingga dia hampir terjatuh namun rizky (cowok kece saingannya fadli di tim basket) menahan salma hingga dia berada di pelukan rizky. Otomatis mereka tatap-tatapan, saat mereka tatap-tatapan fadli keluar dari kelas.
“jangan pacaran depan pintu, gak enak di liat orang.” Nyeletuk sambil merangkul salma.
“apaan sih lu. Orang dia Cuma ngebantuin gua doang juga.” Agak kesel.
“masih bagus temen lu gua bantuin. Atau jangan-jangan lu cemburu lagi?” meledek fadli.
“halah jangan banyak bacot deh loh.” Tiba-tiba bel berbunyi, mereka pun masuk ke kelas.
Pada saat di kelas fadli memikirkan kata-kata rizky. Apa bener fadli itu punya rasa cemburu? Saat dia merangkul salma terasa detak jantungnya tidak beraturan apakah benar dia cemburu. Bel pulang pun berbunyi. Fadli akan mengantarkan salma pulang tapi tiba-tiba ginan datang untuk minta anter sama fadli ke toko buku. Fadli pun menolak namun atas suruhan salma fadli pun akhirnya mau. Salma pun pulang dengan rizky yg tiba-tiba lewat dekat mereka. Saat malam hari rizky ke rumah salma untuk menanyakan keadaan salma namun rizky sebelum sampai ke depan pintu dia bertemu dengan fadli yg menuju rumah salma. Mereka pun masuk bersama-sama. Saat salma membuka pintu dia pun kaget, dua orang cowok kece lagi ada di depan rumahnya :-o . mereka berdua pun masuk dan duduk di ruang tamu.
“tumben kalian datang barengan? Gak cakar-cakaran?” ledek salma.
“apaan sih lu. Gua kesini mau jenguk lu kok.” Kata fadli
“ah lu ikut-ikutan aja sama gua.” Kata rizky
Mereka pun bertiga hanya berdiam dan bertatap-tapan saja. Setelah itu.
“eh kalau gini mah, gua mau tidur yah pulang gih.” Suruh salma.
“eh gua nginep di rumah lu deh, males pulang gua.” Kata fadli.
“yaudah deh gua pulang dulu yah. Cepet sembuh yah.” Sambil mengusap rambut salma.
Ke esokan paginya salma dan fadli berangkat fadli. Saat sampai di gerbang ternyata ada ginan.
“sal, lu udah sembuh?” kata ginan.
“yah lumayan sih.” Kata salma.
Mereka pun ke kelasnya masing-masing. Di kelas ginan.
Dalam hatinya dia berbicara “ apa bener mereka Cuma temen? Atau hanya menutupi keadaan aja? Ah tapi kayanya mereka Cuma temenan aja, tapi kenapa tatapan salma terhadap fadli berbeda? Udahlah berfikir positif aja dulu J
Di kelas salma. Dia sedang memikirkan tentang perasaannya terhadap fadli, dia berfikir ingin mengungkapkan perasaannya, namun dia msaih berfikir soal perasaan fadli terhadap ginan. Mungkin memang perasaan ini harus di pendang, cukup sebagai teman selamanya itu pun sudah cukup.
Saat pulang sekolah fadli menghampiri salma.
“nyunyun sayang anter gua yuk?” dengan nada manja.
“apaan sih lu lebay. Kemana?” heran...
“ah ikut aja deh.” Maksa.
Mereka pun berangkat kesuatu tempat, sampainya dia di tempat tujuan ternyata di toko aksesoris. Salma pun bingung kenapa dia mengajaknya kesini?
Fadli pun sibuk mencari sebuah kalung. Akhirnya dia pun menemukan sebuah kalung berbentuk hati terpisah.
“eh coba sini (menarik salma dan memakaikan kalung itu pada salma) bagus ga?” kata fadli.
“bagus, lucu tau. Buat siapa?” kata salma.
“buat ginan J.” Dengan tersenyum.
Saat mendengar kata itu hati salma seperti tercabik-cabik. Rasanya dunia ini sudah gelap , perasaannya seperti gtersambar petir yg begitu dahsyat. Dia tidak menyangka bahwa ternyata kalung itu bukan untuk dia tapi untuk GINAN. Saat dia tersadar dari bengongnya, fadli pun melepaskan kalung itu dan menggantikan kalungnya dengan yg baru dengan gantungan seekor merpati. Fadli pun berkata “ kalung ini bergantungkan merpati yg artinya persahabatan kita harus setia seperti merpati ini. Jaga baik-baik yah.”
Mereka pun pulang dari toko itu. Ke esokan harinya di sekolah, sepulang sekolah fadli langsung ke kelasnya ginan dan mengajaknya ke bukit belakang sekolah, tepat di bawah pohon pinus yg daunnya sedang berguguran fadli mengutarakan isi hatinya pada ginan. Awalnya ginan kaget, namun karna dia tidak memungkiri bahwa dia juga punya perasaan yg sama dia pun menerima cinta fadli. Tanpa mereka sadari ternyata salma membuntuti mereka. Salma yg melihat kejadian itu seakan sudah tak sanggup berdiri, air matanyapun mengalir tak terhentikan. Dia berfikir tuhan tidak adil. Karna dia orang pertama yg mengenalnya dia orang pertama yg menyayanginya justru tidak bisa memiliki fadli. Kenapa harus orang lain kenapa harus orang baru. Sungguh, ini tidak bisa salma terima, dia pun langsung pulang dan mengunci diri di kamar. Namun dia sadar, bahwa alangkah baiknya jika melihat kebahagiaan dari orang yang dicintainya itu harus bersama orang lain.
“aku bahagia bila kamu bahagia”
Pukul 23.30 malam dia berhenti menangis, dia memikirkan hatinya untuk tenang dan menerima kenyataan yang ada, kadang kenyataan itu pahit.
Keesokan harinya, salma berjalan dari depan sekolah biasanya dia berjalan tidak sendirian, namun ketika di perjalanan salma bertemu fadli dengan ginan yang berjalan berdua, hati salma bak daun yang berguguran ketika hijau, namun dia tetap teguh pada prinsip hatinya yaitu “lebih baik melihat orang yang dicintai bahagia dengan orang lain, daripada sebaliknya” disitu salma benar-benar rapuh, ingin dia menangis dan berteriak, namun apa daya ? disitu salma sedang berada dikeramaian orang-orang.
Sesampai di sekolah, dia melihat fadli dan ginan sedang berduaan bercanda di depan kelas, kini salma tak bisa membohongi hatinya, hati salma sakit, bak luka diberi garam, air matapun berjatuhan dari kedua matanya itu, dia bergegas ke kamar mandi untuk meluapkan tangisannya namun ketika diperjalanan dia bertemu dengan karin,
“maaf nubruk”
“salma kenapa? Ko nangis?”
“ga apa-apa”
“ga mungkin! Pasti gara-gara cowo!”
“udah ga apa-apa”
“ga apa-apa ? dalam keadaan gini lu bilang ga apa-apa ? helo lu sadar ga sih ? lu itu baik sama cowo itu!”
“ga usah rin, aku ga apa-apa!”
“ga apa-apa? Helo, itu apa yang keluar dari mata lu!”
“rin, aku pengen....”
Pecah suasana, akhirnya salma pun memeluk karin dan menceritakan semua apa yang terjadi
“........”
“udah dong salma, lu itu ngapain nangisin cowo itu?”
“ga apa-apa”
“ga apa-apa lagi! Dia itu pemberi harapan palsu!”
“apa?”
“ia dia itu PHP!”
“engga rin engga”
“lu tuh kenapa sih ? udah diracuni apa sama dia ? sampe melting gitu hati lu!”
“udah yah rin, aku mau kekelas”
“yaudah bareng sama gua”
Mereka pun berjalan, tapi karena karin adalah teman 1 kelasnya salma akhirnya dia menanyakan apa yang terjadi dengan cewe antar cewe.
“sal, lu kenapa?” *halus
“ga kenapa-kenapa rin”
“ga kenapa-kenapa lagi”
“kalau kenyataannya gimana dong?”
“ia tau tau, tapi seengganya gua temenan sama lu udah berapa lama ?”
“hmmmm”
“ayo dong”                     
Salma pun menangis, saat sedang menangis rizky mendatangi salma dan karin. Tiba-tiba dia mengusap air mata yg di pipi salma. Salma pun terkejut dan hannya terdiam, fadli yg melihat kejadian itu langsung mendekati mereka.
“apaan sih lo (melepaskan tangan rizky dari pipi salma)”.
“heh, lu tuh yg apa-apaan. Dia bukan siapa-siapa lu kan? Jadi lu gada berhak buat ngelarang gua deket sama salma kan?” jelas rizky.
“gua itu sahabat dia. Jadi lu jangan macem-macem sama dia.” Sambil mendorong rizky.
“Cuma sekedar sahabatkan.” Mendorong balik.
“udah ih kaya bocah. Keluar yuk rin.” Sambil menarik tangan karin.
Ketika pulang sekolah rizky dan salma pulang berdua. Ketika mereka sedang berjalan mereka berpapasan dengan ginan dan fadli. Suana berubah menjadi terdiam. Rizky pun memanfaatkan keadaan, dia mengajak fadli dan ginan untuk double date.
Malam harinya dengan cafe yg sudah di persiapkan mereka datang dengan pasangannya masing-masing. Salma yg menggunakan gaun malam berwarna biru langit di balut dengan make up yg sederhana, dia begitu cantik bak bidadari yg turun dari surga. Tentu saja rizky makin menyukai salma. Ketika itu, fadli yg melihat salma hatinya mulai berdebar.
Dalam hatinya dia berkata “kenapa gua? Ada apa dengan perasaan gua. Udah dli dia itu Cuma sahabat lu doang jadi lu ga boleh punya perasaan sama dia.”
Mereka pun memesan makanan dan makanan itu datang. Setelah selesai makan, rizky bangun dari tempat duduknya dan mengeluarkan sebuah cincin. Lalu dia pun memegang tangan salma.
“salma, jujur aja gua udah lama nyimpen perasaan ini. Mungkin ini waktu yg tepat. Apa lu nau jadi pacar gua?” kata rizky.
Seisi cafe pun terdiam dan memerhatikan ke arah mereka. Salma pun terkejut dan dia menjawab.
“iya, gua mau jadi pacar lu.” Jawab salma.
Seisi cafe pun bertepuk tangan. Rizky pun memeluk salma dengan erat dan memasangkan cincin tersebut. Fadli pun hanya terdiam saat melihat kejadian itu.
“selamat yah salma, sekarang kita bener-bener double date deh.” Kata ginan.
Salma pun hanya tersenyum. Sebenernya dia membohongi perasaannya sendiri namun karna dia merasa kasihan terhadap rizky sehingga dia pun menerima cinta rizky.
Mereka pun akhirnya pulang. Ke esokan harinya di sekolah, salma menceritakan semua kejadian semalam pada karin. Karin pun hanya ingin yg terbaik untuk salma sehingga ia merestui kalo mereka itu pacaran, padahal karin tau kalo cinta salma itu Cuma buat fadli.
Suatu ketika setelah pertandingan basket, salma menunggu rizky di luar stadion, saat dia membalikan  badan dia pun bertubrukan dengan fadli sehingga mereka berdua berpelukan dan saling bertatapan. Rizky pun datang menhampiri mereka berdua, mereka pun melepaskan pelukannya.
Sore harinya ginan datang kerumah fadli untuk membicarakan sesuatu.
“sayang (mencium kening ginan) tumben kesini. Ada apa?” kata fadli di ruang tamu.
“aku boleh nanya sesuatu sama kamu?” kata ginan.
“tanya aja sayang memangnnya ada apa?” heran...
“sebenernya kamu itu punya perasaan ga sih sama salma? Apa aku Cuma pelarian kamu aja?” kata ginan yg tiba-tiba berbicara seperti itu.
Fadli pun menjelas kan mengenai hubungannya dengan salma. Akhirnya ginan pun mengerti. Tak lama ginan pun pulang.
Malam harinya fadli datang kerumah salma untuk menanyakan mengapa dia menerima cinta rizky yg jelas-jelas salma tahu bahwa dia musuh bebuyutan fadli. Fadli pun langsung masuk ke kamar salma, ternyata salma sedang berada di balkon kamarnya.
“ngapain lu kesini?” kata salma dengan jutek.
“lu kenapa sih akhir-akhir ini? Jutek sama gua, ngediemin gua dan satu lagi kenapa lu nerima cintanya rizky di depan gua. Jelas0jelas dia musuh gua lu tahu kan itu.” Panjang lebar..
“apa sih lu. Itu bukan urusan lu kan. Udah lah ga usah di bahas. Gua juga ga ngusik hubungan lu sama ginan kan?” jelasnya.
Fadli pun menarik salma dan mereka saling pandang-pandangan. Hembusan angin malam itu menbuat tubuh dingin hingga menusuk ketulang.
“jujur sama gua. Kenapa lu terima cintanya rizky?” memeluknya dengan erat. Wajah mereka pun semakin dekat dan dekat.
Entah mengapa mulut salma seakan tak bisa berbohong.
“gua kasian sama dia. Jujur gua cemburu sama lu!” sambil melepaskan pelukannya dan menangis.
“kenapa lu harus suka sama gua? Gua udah tau semua isi hati dari buku ini.” Menunjukan sebuah diary.
“kalo lu udah tau kenapa lu harus nanyain ini semua sama gua , lu itu jahat dli jahat!”
“jujur gua suka sama lu. Tapi gua ga mau saat nanti gua ngungkapin perasaan ini justru lu ga bakal bahagia dan hubungan yg selama ini kita jalanin bakalan hancur sia-sia.” Jelasnya
Fadli pun menghampiri salma dam memeluk salma. Tanpa mereka sadari wajah mereka saling mendekat dan mendekat dan mereka pun berciuman.
Ke esokan harinya di sekolah tepatnya di taman sekolah ginan dan fadli bertemu untuk mengatakan sesuatu.
“hei, ada apa? Kenapa ga di kelas aja?” kata fadli.
“emm, kayanya hubungan kita sampai sini aja yah sayang.” Jelas ginan.
Otomatis fadli pun kaget dengan ucapannya ginan.
“maksud kamu apa sayang ngomong kaya gt? Aku gak ngerti deh.” Herannya..
“bukannya aku ga sayang lagi sama kamu, tapi aku harus ikut pindah ke london ikut sama orang tua aku yg pindah kerja. Jadi aku harus ikut mereka.” Jelas ginan.
Fadli pun tak bisa menolak kehendak ginan untuk pindah sekolah. Namun sebenarnya ini keuntungan dia untuk menyatakan isi hatinya kepada salma. Namun dia berfikir lagi ada rizky di samping salma. Apakah cinta mereka akan bersatu?
Pulang sekolah. Fadli mengantarkan ginan ke bandara sedang rizky sedang berjalan dengan salma. Dengan berat hati salma pun mengatakan yg sebenarnya bisa saja menyakiti perasaan rizky.
“emm ky. Aku boleh ngomong sesuatu ga sama kamu?” kata salma.
“ngomong aja sayang.” Sambil mengusap kepalanya salma.
“emm, aku mau putus sama kamu kita ga bisa ngelanjutin hubungan ini kalo akunya terpaksa.” Sambil menundukan wajahnya dan berhenti berjalan.
“kenapa kamu terpaksa? Apa kamu mencintai orang lain selain aku? Fadli?” jelas rizky.
Salma pun terkejut, kenapa dia mengetahui soal perasaannya terhadap fadli.
“(sambil memeluk salma) udah tenang aja, aku udah tau semuanya kok. Kalo kamu itu sebenernya Cuma cinta sama fadli bukan sama aku. Aku juga nembak kamu Cuma buat buktiin ke fadli kalo kamu juga mampu berdiri tanpa dia.’ Jelas rizky.
“kamu tau dari siapa emang?” herannyaa..
“dari temen kamu tuh sih karin. Jujur aja yah sebenernya aku jadian sama kamu juga di suruh dia. Tanpa kamu tau kalo sebenernya kita itu suka sama suka.” Jelasnya yg membuat salma betul-betul terkejut.
“ahh kamu jahat sama aku (menangis) kenapa kalian ngelakuin itu sama aku. Karna aku, kalian jadian terpisahkan untuk semingu ini.” Kata salma.
“udah gapapa. Karin juga ngerti kok. Kita pulang yah.” Mereka pun pulang.
Ke esokan harinya di kelas. Salma menarik tangan karin dan membawanya ketaman sekolah.
“aduh salma, lu itu apa-apaan sih? Sakit tau.” Kata karin.
“udah deh bawel banget. Gua udah tau semuanya kok soal lu sama rizky. Kenapa sih lu malah ngelakuin ini semua demi gua? Sahabat yg baik apa oon sih?” mencubit pipinya karin.
Tiba-tiba rizky datang dengan membawa setangkai bunga mawar merah di tangannya.
“gua udah tau semuanya kalo sebenernya kalian itu saling mencintaikan dan sekarang gua mau menyatukan kalian berdua.” Jelas salma.
“tapi kalian kan...” di potong oleh salma.
“kita udah putus kok. Dan sekarang adalah waktunya kalian untuk bersatu.” Kata salma
Akhirnya karin dan rizky pun jadian. Cinta yg sempat terpisahkan akhirnya bersatu.
Sepulang sekolah salma berjalan sendirian. Tiba-tiba matanya di tutup dari belakang.
“hei, siapa ini. Lepasin gua gak.’’ Kata salma sambil berteriak.
Tak lama kemudian matanya pun di bukan dan saat dia membalikan badan ternya itu fadli dengan sebuah bunga tulip kuning di tangannya.
“fadli, lu apa-apaan sih?” bete...
“udah deh jangan cemberut (sambil mencubit pipinya, lalu dia pun memegang tangan salma) kalo lu sayang sama gua lu terima bunga ini tapi kalo engga. Silahkan lu buang bunga ini.” Jelas fadli
Lalu salma pun mengambil bunga itu dan tiba-tiba dia membuang bunga itu. Otomatis fadli pun kaget dia pun membalikan badannya dengan rasa kecewa. Tiba-tiba salma memeluk fadli dari belakang dan berkata “aku ga butuh bunga yg kamu kasih, meskipun itu bunga kesukan aku. Aku Cuma butuh kamu seorang, mungkin bunga itu bisa aku beli berapa banyak pun. Tapi cinta kamu? Gak akan pernah bisa aku beli. Aku mau kok jadi pacar kamu.” Jelas salma.
Fadli pun membalikan badannya dan berkata “kamu adalah cahaya dalam hidupku.” Mencium kening salma.
Lalu karin dan rizky pun muncul dari belakang pohon.
“cieeee. Jadian nih.” Kata karin dan rizky.
“kalian yah. Ish nyebeli.” Merekan pun kejar-kejaran.
Malam harinya salma menulis semua kisah tadi buku diary yg ia miliki sejak bertahun-tahun yang lalu.
TAMAT...



Senin, 08 Juli 2013 | By: Unknown

perasaan apa kah ini ? 1

rasanya wajar kalau diantara kita memiliki seorang dambaan hati. haha ya, jadi ingat kelas X lalu hehe, disitu saya menyukai kaka kelas yang sama pula aktif di Kujang's hehehe, saya rela apapun itu tapi pada kenyataannya dia tidak menggubrisku huhu sedih sih tapi yasudahlah, lalu maju ke kelas XI, saya dikelas sosial, disitu ada seorang perempuan yang baik dan biasa saja cukup dekat dengan saya dan dia pun sama aktif di Kujang's, dan pada suatu hari dia cerita ke saya kalau dia menyukai seseorang, saya pun hanya tertawa mendengarnya, akhirnya saya nanya "siapa?" dia jawab "ada,dikelas kita ko" nah loh, disitu saya penasaran hahaha, akhirnya saya tanya kepada teman saya yang sama aktif di kujang's dengan penasaran saya tanya "jef, yang disukai si itu siapa ?" dia pun jawab "lu jangan kaget ya, dia suka sama lu" saya diam dan kaget "masa ia jef?" "lu mah ga percaya hahaha" disitu saya mulai percaya, dan akhirnya benar dia memiliki perasaan lebih terhadap saya, tapi yasudahlah toh dia beeranggapan bahwa saya belum tau hal ini. semakin kesini akhirnya dia tau hal itu, aduhhh mati saya, dan saya pun menghindarinya karena mendengar hal itu jujur saya agak menjauh darinya karena saya tidak memiliki perasaan yang sama, disitu saya mulai bingung karena 2 alasan yaitu, pertama, saya tidak memiliki perasaan yang sama terhadapnya kedua, saya hanya menghargai perasaannya saja ya walaupun dia beranggapan bahwa saya ini adalah pemberian harapan palsu atau sering disebut "PHP", tapi nasi sudah menjadi bubur. itu semua sudah harus kuterima. akhirnya aku tidak mau ambil diam, saya akhirnya membicarakan hal itu dan akhirnya terungkaplah sudah, tapi saya menegaskan bahwa saya ini tidak memiliki perasaan yang sama. beberapa bulan kemudian, saya membuka facebook dan melihat seorang anak perempuan yang membuat status dengan kata-kata "kotor" dan menanyakan hal tersebut, kebetulan saya kenal orang itu namun sayangnya saya tidak memiliki nomer ponsel dia, dan akhirnya aku menanyakan terhadap orang itu.

Little part's of my self *thinggg ;)

hahahahaha, perkenalkan gua fadill, gua baru pertama kali bikin blog, ya karena gua males buat isi modem *wkwkwkw
sedikit tentang gua, gua sekolah di salah satu sekolah negeri didaerah rumah, perlu gua sebut ? hahaha ok lah gua di SMAN 1 Ciampea kab.Bogor. hehehe
riwayat gua di SMAN1C itu *SMAN1C adalah singkatan dari sekolah itu. riwayat kelas gua yaitu kelas X.1, XI IPS 3, dan saat ini gua duduk di kelas XII IPS 3, perasaan baru kemarin kelas X baru-barunya ngerasain mopd itu kaya gimana, sekarang udah ada dipuncak lagi hehehe ketemu UN lagi wkwkw.
ok, di sekolah gua punya komunitas kegiatan yaitu Kujang's yap kujang's, kujang's adalah singkatan dari Kumpulan Jurnalis Anak Negeri satu ciampea wkwkw, dilain sisi itu gua juga aktif di scienc geografi ya karena gua punya tujuan kalau ga diterima di PTN gua langsung meluncur ke teknik geologi. ok lah gua ga mau panjang lebar cerita yang penting gua have fun sama gua sendiri, oh ya gua punya temen-temen bisa dibilang sih perkumpulan gitu lah, hehehe yasudah ingin tau gua let's add my networhttps://www.facebook.com/Fadill.Vierrania ok, thank's before