Hari itu
fadli sedang belajar di kelas, tiba-tiba seorang wanita menghampirinya. Ya
salma, dia teman dekatnya fadli.
“mau balik
bareng ga?” tanya salma.
“yaudah ayo.
Tapi gua yah yg bawa motornya?” ledek fadli.
“oke-oke.”
Kata salma.
Mereka pun
pulang, karena mereka rumahnya bertetangga. Mereka pun pulang selalu berdua.
Ketika suatu pagi di sekolah, fadli sedang bermain basket bersama
teman-temannya, tiba-tiba....
“aaaauuu.”
Teriak seorang wanita.
Fadli pun
menghampiri suara itu.
“ya ampun
sorry-sorry gua ga sengaja. Lu gapapa?” tanyanya sambil membantu cewe itu
berdiri.
“iya gua
gapapa. Cuma puyeng dikit aja kok.” Jelas cewek itu.
“oh maaf yah
sekali lagi. Kenalin (menyodorkan tangan) nama gua fadli silaen. Lu ?” tanya
fadli balik.
“gua ginan
kinara. Yaudah gua duluan yah.” Ginana pergi.
Panah asmara
mulai muncul pada diri fadli terhadap ginan. Fadli menceritakan pertemuan
pertamanya pada sahabatnya salma. Tanpa fadli sadari ternyata salma sahabatnya
sendiri mempunyai perasaan yg spesial terhadap diri fadli.
Di rumah
salma ternyata orang tua dari fadli datang untuk bertamu.
“ya ampun .
ini boneka om sudah besar yah?” sambil memeluk salma.
“apaan sih
om. Fadli mana om?” tanya salma pada ayahnya fadli.
“kangen yah
sama fadli? Tadi dia bilang sihmau latihan basket di tempat biasa.” Sambil
meledek salma. Pipi salma pun kelihatan merah dan memancar karna malu.
Dengan
tergesa-gesa dia berlari keluar rumah untuk menyusul fadli yg sedang latihan.
Sesampainya disana dia terkejut dengan keberadaan ginan. Fadli pun menghampiri
salma yg sedang berdiri bawah pohon yg sejuk.
“my nyunyun
sayng lagi apa disini? Hahah.” Sambil mencubit pipi salma yg memang tembem.
“iih apaan
sih lu (melepaskan tangan fadli) lebay tau ga lu.” Kesal.
Ginan pun
menghampiri mereka berdua. Mereka pun berkenalan, meskipun mereka satu
sekolahan tapi mereka tidak satu kelas. Jadi buat apa temenan sama orang yg ga
dikenal, hehe...
Mereka pun
pulang sambil jalan kaki.
“oh iyah
nan. Emang rumah kamu dimana?” tanya salma pada ginan dgn sedikit ketus.
“masih satu
perumahan kok sama kalian, yah memang rumah gua agak jauh sih.” Jelas ginan
pada salma.
“kok lu tau
sih rumah gua sama fadli.” Heran..
“kan fadli
ngasih tau ke gua, hehe...” jelas ginan.
Meraku pun
sampai dirumahnya masing-masing, tidak dengan fadli yg pulang kerumah salma
karena org tuanya sedang disana.
Mereka
berduapun masuk kekamar salma yg sudah lama fadli tidak kesana.
“kamar lo
masih ga berubah sejak 10 tahun lalu.” Kata fadli pada salma yg sedang menyisir
rambutnya karna kumal.
“kaya yg
baru tau gua aja. Gua gak terlalu suka perubahan yg begitu pesat.” Sambil
memalingkan mukanya pada fadli.
‘iya iya my
nyunyun sayang. Hehe.. kapan panggil gua my momon lg?” tanya fadli pada salma
yg membuat salma terkejut dengan pertanyaan itu.
“hemm apaan
sih my momon sayang. Tuh udah gua sebutkan, udah ah gua mau mandi sana di
balkon depan. Jangan ngintip jangan ngacak-ngacak yah.” Dia pergi kekamar
mandi.
Tanpa salma
ketahui ternya fadli kepo terhadap kamarnya. Tanpa sengaja dia membuka sebuah
laci di lemari dandan salma. Saat fadli membukanya dia menemukan sebuah diary
yg telah usang dan jadul, saat dia akan membacanya salma keluar dari kamar
mandi yg sudah berdandan rapi dengan kemeja putih dan celana jeans coklat.
Dengan buru-buru dia menyembunyikan buku tersebut itu di balik bajunya.
“heh, lagi
apa lo? Jangan kepo deh?” sambil melempar handuknya yg tersangkut dirambutnya
ke muka fadli.
“ish, kurang
ajar lu. Enak aja lo gua Cuma liat-liat kamar lo doang kok. Mau kemana lo?
Rapih bener. Hemmm.” Curiga.
“bukan
urusan lo momon jelek. Wlee.”
Merekapun
bercanda dan saling mengelitik satu sama lamain. Sedang asik-asik mereka
bercanda pintu kamar salma pun di ketuk oleh mamahnya salma yg menyuruh mereka
turun ,karna sudah sore keluarga fadli pamit pulang.
“aduh rani
makasih yah udah mau numpang kita bertamu kerumah kamu.” Kata mamah fadli sama
mamahnya salma.
“iyah
ningsih, kamu itu udah aku anggap sbg sodara ku sendiri. Lain kali mampir lagi
aja, rumah yang ga begitu jauh juga masa jarang main.” Kata mamah salma.
Merekapun
pulang dari rumah salma. Di rumah fadli, dia cepat-cepat membuka buku yg ia
temukan di kamar salma. Dia pun membacanya lembar demi lembar ia baca, awalnya
dia tersenyum dan tertawa terbahak-bahak karna semua yg di tulis mengisahkan
semua kejailan dia terhadap salma. Namun, dia terkejut saat membaca lembar
berikutnya yg membuat detak jantungnya berdebar dengan kencang......
Isi lembaran
yg dia buka itu adalah tentang perasaan salma terhadap fadli yg selama 15 tahun
ini dia tidak mengetahuinya. Saat itu juga dia langsung menutup diary yang
usang itu. Tak lama dia berfikir saat melihat sebuah gantungan merpati dan dia
pun tersadar bahwa diary ini adalah pemberiannya dahulu saat kelas 6 sd.
“gua gak
nyangka nyunyun gua ternyata masih nyimpen kenangan kita dulu.” Dalam hatinya
dia berbicara.
Keesokan
harinya disekolah. Karena tidak ingin kelihatan canggung dengan salma, seperti
biasa dia merangkul salma. Mereka pun masuk kekelas. Saat pelajaran ternyata
gurunya tidak ada. Hal itu dimanfaatkan oleh fadli, dwiki dan ozan untuk pergi
kekantin.
“gila nekat
lu fad. Kalo ketauan sama bu bepe yg killer abis mati kita.” Kata dwiki yg
nyalinya emang sedikit ciut.
“halah, lo
mah penakut ki. Ga kaya gua yg berani gini haha.” Kata ozan yg sok jago.
Tiba-tiba
mereka di kejutkan dengan kedatangan guru bepe yaitu bu maria.
“siapa yg
belaga sok berani? Sini maju!” kata bu maria dengan melotot.
Semua pun
tediam saat bu maria berbicara.
“kalian
sudah tau masih jam pelajaran. Malah bolos. Sekarang kalian ikut saya.” Kata bu
maria sambil berjala.
Mereka pun
dihukum oleh bu maria untuk mengormat pada bendera sampai jam pulang sekolah.
Salma yg melihat sahabatnya itu dihukum malah tertawa namun dia menyimpan
kekhawatiran. Saat pulang sekolah saat salma akan memberikan minum pada fadli
ternyata sudah ada ginan. Dia pun mengurungkan niatnya tersebut. Tanpa
basa-basi dengan kekecewaan di hatinya dia pun langsung pulang tanpa
memberitahu pada fadli. Sesampainya dirumah dia langsung membuka lanci untuk
menulis kejadian tadi di buku diarynya, namun apa yg dia dapat ternyata buku
itu tidak ada. Dia pun mencarinya kemana-kemana namun tidak ada, padahal dia
yakin buku itu berada disana. Dengan terburu-buru dia segera turun dari
kamarnya untuk menemui mamahnya. Saat dia hendak turun kakinya pun keseleo
sehingga membuat dia terjatuh. Dia pun segera di larikan kerumah sakit. Kaki
dia pun harus di gips karena tulang kakinya retak . Saat dirumah sakit mamahnya
menanyakan mengapa dia berlari hingga terjatuh.
“mamah liat
ga buku diary yg sering mamah liat. Aku naronya di laci lemari rias.” Kata
salma.
“engga tuh
sayang. Emangnya sepenting itu.” Mamahnya heran.
Dia hanya
terdiam. Tiba-tiba keluarga fadli datang untuk menjenguk dia. Orangtua
merekapun memberi waktu mereka untuk berduan.
“lu itu
ceroboh! Sama kaya waktu dulu, ga bisa hati-hati.” Kata fadli sambil sedikit
membentaknya.
“ jangan
suka menggurui orang kalo lo sendiri masih harus di gurui.” Kata salma yg
sedikit menyindir.
“tadi lo
kemana pas gua di hukum? Untung ada ginan yg ngasih gua minum coba kalo engga
mati keausan gua.” Sambil meledek.
“udah ada
ginan kan? Masih butuh gua juga. Serakah lo wlee.” Sambil mengucek-ngucek
rambutnya fadli.
Ke esokan
harinya di sekolah. Salma masuk sekolah padahal kakinya masih di gips, saat dia
hendak masuk ke kelas kakinya tersandung ke pintu kelas sehingga dia hampir
terjatuh namun rizky (cowok kece saingannya fadli di tim basket) menahan salma
hingga dia berada di pelukan rizky. Otomatis mereka tatap-tatapan, saat mereka
tatap-tatapan fadli keluar dari kelas.
“jangan
pacaran depan pintu, gak enak di liat orang.” Nyeletuk sambil merangkul salma.
“apaan sih
lu. Orang dia Cuma ngebantuin gua doang juga.” Agak kesel.
“masih bagus
temen lu gua bantuin. Atau jangan-jangan lu cemburu lagi?” meledek fadli.
“halah
jangan banyak bacot deh loh.” Tiba-tiba bel berbunyi, mereka pun masuk ke
kelas.
Pada saat di
kelas fadli memikirkan kata-kata rizky. Apa bener fadli itu punya rasa cemburu?
Saat dia merangkul salma terasa detak jantungnya tidak beraturan apakah benar
dia cemburu. Bel pulang pun berbunyi. Fadli akan mengantarkan salma pulang tapi
tiba-tiba ginan datang untuk minta anter sama fadli ke toko buku. Fadli pun menolak
namun atas suruhan salma fadli pun akhirnya mau. Salma pun pulang dengan rizky
yg tiba-tiba lewat dekat mereka. Saat malam hari rizky ke rumah salma untuk
menanyakan keadaan salma namun rizky sebelum sampai ke depan pintu dia bertemu
dengan fadli yg menuju rumah salma. Mereka pun masuk bersama-sama. Saat salma
membuka pintu dia pun kaget, dua orang cowok kece lagi ada di depan rumahnya
:-o . mereka berdua pun masuk dan duduk di ruang tamu.
“tumben
kalian datang barengan? Gak cakar-cakaran?” ledek salma.
“apaan sih
lu. Gua kesini mau jenguk lu kok.” Kata fadli
“ah lu
ikut-ikutan aja sama gua.” Kata rizky
Mereka pun
bertiga hanya berdiam dan bertatap-tapan saja. Setelah itu.
“eh kalau
gini mah, gua mau tidur yah pulang gih.” Suruh salma.
“eh gua
nginep di rumah lu deh, males pulang gua.” Kata fadli.
“yaudah deh
gua pulang dulu yah. Cepet sembuh yah.” Sambil mengusap rambut salma.
Ke esokan
paginya salma dan fadli berangkat fadli. Saat sampai di gerbang ternyata ada
ginan.
“sal, lu
udah sembuh?” kata ginan.
“yah lumayan
sih.” Kata salma.
Mereka pun
ke kelasnya masing-masing. Di kelas ginan.
Dalam
hatinya dia berbicara “ apa bener mereka Cuma temen? Atau hanya menutupi
keadaan aja? Ah tapi kayanya mereka Cuma temenan aja, tapi kenapa tatapan salma
terhadap fadli berbeda? Udahlah berfikir positif aja dulu J”
Di kelas
salma. Dia sedang memikirkan tentang perasaannya terhadap fadli, dia berfikir
ingin mengungkapkan perasaannya, namun dia msaih berfikir soal perasaan fadli
terhadap ginan. Mungkin memang perasaan ini harus di pendang, cukup sebagai
teman selamanya itu pun sudah cukup.
Saat pulang
sekolah fadli menghampiri salma.
“nyunyun
sayang anter gua yuk?” dengan nada manja.
“apaan sih
lu lebay. Kemana?” heran...
“ah ikut aja
deh.” Maksa.
Mereka pun
berangkat kesuatu tempat, sampainya dia di tempat tujuan ternyata di toko
aksesoris. Salma pun bingung kenapa dia mengajaknya kesini?
Fadli pun
sibuk mencari sebuah kalung. Akhirnya dia pun menemukan sebuah kalung berbentuk
hati terpisah.
“eh coba
sini (menarik salma dan memakaikan kalung itu pada salma) bagus ga?” kata
fadli.
“bagus, lucu
tau. Buat siapa?” kata salma.
“buat ginan J.” Dengan tersenyum.
Saat
mendengar kata itu hati salma seperti tercabik-cabik. Rasanya dunia ini sudah
gelap , perasaannya seperti gtersambar petir yg begitu dahsyat. Dia tidak
menyangka bahwa ternyata kalung itu bukan untuk dia tapi untuk GINAN. Saat dia
tersadar dari bengongnya, fadli pun melepaskan kalung itu dan menggantikan
kalungnya dengan yg baru dengan gantungan seekor merpati. Fadli pun berkata “
kalung ini bergantungkan merpati yg artinya persahabatan kita harus setia
seperti merpati ini. Jaga baik-baik yah.”
Mereka pun
pulang dari toko itu. Ke esokan harinya di sekolah, sepulang sekolah fadli
langsung ke kelasnya ginan dan mengajaknya ke bukit belakang sekolah, tepat di
bawah pohon pinus yg daunnya sedang berguguran fadli mengutarakan isi hatinya
pada ginan. Awalnya ginan kaget, namun karna dia tidak memungkiri bahwa dia
juga punya perasaan yg sama dia pun menerima cinta fadli. Tanpa mereka sadari
ternyata salma membuntuti mereka. Salma yg melihat kejadian itu seakan sudah
tak sanggup berdiri, air matanyapun mengalir tak terhentikan. Dia berfikir
tuhan tidak adil. Karna dia orang pertama yg mengenalnya dia orang pertama yg menyayanginya
justru tidak bisa memiliki fadli. Kenapa harus orang lain kenapa harus orang
baru. Sungguh, ini tidak bisa salma terima, dia pun langsung pulang dan
mengunci diri di kamar. Namun dia sadar, bahwa alangkah baiknya jika melihat
kebahagiaan dari orang yang dicintainya itu harus bersama orang lain.
“aku bahagia
bila kamu bahagia”
Pukul 23.30
malam dia berhenti menangis, dia memikirkan hatinya untuk tenang dan menerima
kenyataan yang ada, kadang kenyataan itu pahit.
Keesokan
harinya, salma berjalan dari depan sekolah biasanya dia berjalan tidak
sendirian, namun ketika di perjalanan salma bertemu fadli dengan ginan yang
berjalan berdua, hati salma bak daun yang berguguran ketika hijau, namun dia
tetap teguh pada prinsip hatinya yaitu “lebih baik melihat orang yang dicintai
bahagia dengan orang lain, daripada sebaliknya” disitu salma benar-benar rapuh,
ingin dia menangis dan berteriak, namun apa daya ? disitu salma sedang berada
dikeramaian orang-orang.
Sesampai di
sekolah, dia melihat fadli dan ginan sedang berduaan bercanda di depan kelas,
kini salma tak bisa membohongi hatinya, hati salma sakit, bak luka diberi
garam, air matapun berjatuhan dari kedua matanya itu, dia bergegas ke kamar
mandi untuk meluapkan tangisannya namun ketika diperjalanan dia bertemu dengan
karin,
“maaf
nubruk”
“salma
kenapa? Ko nangis?”
“ga apa-apa”
“ga mungkin!
Pasti gara-gara cowo!”
“udah ga
apa-apa”
“ga apa-apa
? dalam keadaan gini lu bilang ga apa-apa ? helo lu sadar ga sih ? lu itu baik
sama cowo itu!”
“ga usah
rin, aku ga apa-apa!”
“ga apa-apa?
Helo, itu apa yang keluar dari mata lu!”
“rin, aku
pengen....”
Pecah
suasana, akhirnya salma pun memeluk karin dan menceritakan semua apa yang
terjadi
“........”
“udah dong
salma, lu itu ngapain nangisin cowo itu?”
“ga apa-apa”
“ga apa-apa
lagi! Dia itu pemberi harapan palsu!”
“apa?”
“ia dia itu
PHP!”
“engga rin
engga”
“lu tuh
kenapa sih ? udah diracuni apa sama dia ? sampe melting gitu hati lu!”
“udah yah
rin, aku mau kekelas”
“yaudah
bareng sama gua”
Mereka pun
berjalan, tapi karena karin adalah teman 1 kelasnya salma akhirnya dia
menanyakan apa yang terjadi dengan cewe antar cewe.
“sal, lu
kenapa?” *halus
“ga
kenapa-kenapa rin”
“ga
kenapa-kenapa lagi”
“kalau
kenyataannya gimana dong?”
“ia tau tau,
tapi seengganya gua temenan sama lu udah berapa lama ?”
“hmmmm”
“ayo dong”
Salma pun menangis, saat sedang menangis rizky mendatangi
salma dan karin. Tiba-tiba dia mengusap air mata yg di pipi salma. Salma pun
terkejut dan hannya terdiam, fadli yg melihat kejadian itu langsung mendekati
mereka.
“apaan sih lo (melepaskan tangan rizky dari pipi salma)”.
“heh, lu tuh yg apa-apaan. Dia bukan siapa-siapa lu kan? Jadi
lu gada berhak buat ngelarang gua deket sama salma kan?” jelas rizky.
“gua itu sahabat dia. Jadi lu jangan macem-macem sama dia.” Sambil
mendorong rizky.
“Cuma sekedar sahabatkan.” Mendorong balik.
“udah ih kaya bocah. Keluar yuk rin.” Sambil menarik tangan
karin.
Ketika pulang sekolah rizky dan salma pulang berdua. Ketika
mereka sedang berjalan mereka berpapasan dengan ginan dan fadli. Suana berubah
menjadi terdiam. Rizky pun memanfaatkan keadaan, dia mengajak fadli dan ginan
untuk double date.
Malam harinya dengan cafe yg sudah di persiapkan mereka
datang dengan pasangannya masing-masing. Salma yg menggunakan gaun malam
berwarna biru langit di balut dengan make up yg sederhana, dia begitu cantik
bak bidadari yg turun dari surga. Tentu saja rizky makin menyukai salma. Ketika
itu, fadli yg melihat salma hatinya mulai berdebar.
Dalam hatinya dia berkata “kenapa gua? Ada apa dengan perasaan
gua. Udah dli dia itu Cuma sahabat lu doang jadi lu ga boleh punya perasaan
sama dia.”
Mereka pun memesan makanan dan makanan itu datang. Setelah
selesai makan, rizky bangun dari tempat duduknya dan mengeluarkan sebuah
cincin. Lalu dia pun memegang tangan salma.
“salma, jujur aja gua udah lama nyimpen perasaan ini. Mungkin
ini waktu yg tepat. Apa lu nau jadi pacar gua?” kata rizky.
Seisi cafe pun terdiam dan memerhatikan ke arah mereka. Salma
pun terkejut dan dia menjawab.
“iya, gua mau jadi pacar lu.” Jawab salma.
Seisi cafe pun bertepuk tangan. Rizky pun memeluk salma
dengan erat dan memasangkan cincin tersebut. Fadli pun hanya terdiam saat
melihat kejadian itu.
“selamat yah salma, sekarang kita bener-bener double date
deh.” Kata ginan.
Salma pun hanya tersenyum. Sebenernya dia membohongi
perasaannya sendiri namun karna dia merasa kasihan terhadap rizky sehingga dia
pun menerima cinta rizky.
Mereka pun akhirnya pulang. Ke esokan harinya di sekolah,
salma menceritakan semua kejadian semalam pada karin. Karin pun hanya ingin yg
terbaik untuk salma sehingga ia merestui kalo mereka itu pacaran, padahal karin
tau kalo cinta salma itu Cuma buat fadli.
Suatu ketika setelah pertandingan basket, salma menunggu
rizky di luar stadion, saat dia membalikan
badan dia pun bertubrukan dengan fadli sehingga mereka berdua berpelukan
dan saling bertatapan. Rizky pun datang menhampiri mereka berdua, mereka pun
melepaskan pelukannya.
Sore harinya ginan datang kerumah fadli untuk membicarakan
sesuatu.
“sayang (mencium kening ginan) tumben kesini. Ada apa?” kata
fadli di ruang tamu.
“aku boleh nanya sesuatu sama kamu?” kata ginan.
“tanya aja sayang memangnnya ada apa?” heran...
“sebenernya kamu itu punya perasaan ga sih sama salma? Apa
aku Cuma pelarian kamu aja?” kata ginan yg tiba-tiba berbicara seperti itu.
Fadli pun menjelas kan mengenai hubungannya dengan salma.
Akhirnya ginan pun mengerti. Tak lama ginan pun pulang.
Malam harinya fadli datang kerumah salma untuk menanyakan
mengapa dia menerima cinta rizky yg jelas-jelas salma tahu bahwa dia musuh
bebuyutan fadli. Fadli pun langsung masuk ke kamar salma, ternyata salma sedang
berada di balkon kamarnya.
“ngapain lu kesini?” kata salma dengan jutek.
“lu kenapa sih akhir-akhir ini? Jutek sama gua, ngediemin gua
dan satu lagi kenapa lu nerima cintanya rizky di depan gua. Jelas0jelas dia
musuh gua lu tahu kan itu.” Panjang lebar..
“apa sih lu. Itu bukan urusan lu kan. Udah lah ga usah di
bahas. Gua juga ga ngusik hubungan lu sama ginan kan?” jelasnya.
Fadli pun menarik salma dan mereka saling pandang-pandangan.
Hembusan angin malam itu menbuat tubuh dingin hingga menusuk ketulang.
“jujur sama gua. Kenapa lu terima cintanya rizky?” memeluknya
dengan erat. Wajah mereka pun semakin dekat dan dekat.
Entah mengapa mulut salma seakan tak bisa berbohong.
“gua kasian sama dia. Jujur gua cemburu sama lu!” sambil
melepaskan pelukannya dan menangis.
“kenapa lu harus suka sama gua? Gua udah tau semua isi hati
dari buku ini.” Menunjukan sebuah diary.
“kalo lu udah tau kenapa lu harus nanyain ini semua sama gua
, lu itu jahat dli jahat!”
“jujur gua suka sama lu. Tapi gua ga mau saat nanti gua
ngungkapin perasaan ini justru lu ga bakal bahagia dan hubungan yg selama ini
kita jalanin bakalan hancur sia-sia.” Jelasnya
Fadli pun menghampiri salma dam memeluk salma. Tanpa mereka
sadari wajah mereka saling mendekat dan mendekat dan mereka pun berciuman.
Ke esokan harinya di sekolah tepatnya di taman sekolah ginan
dan fadli bertemu untuk mengatakan sesuatu.
“hei, ada apa? Kenapa ga di kelas aja?” kata fadli.
“emm, kayanya hubungan kita sampai sini aja yah sayang.”
Jelas ginan.
Otomatis fadli pun kaget dengan ucapannya ginan.
“maksud kamu apa sayang ngomong kaya gt? Aku gak ngerti deh.”
Herannya..
“bukannya aku ga sayang lagi sama kamu, tapi aku harus ikut
pindah ke london ikut sama orang tua aku yg pindah kerja. Jadi aku harus ikut
mereka.” Jelas ginan.
Fadli pun tak bisa menolak kehendak ginan untuk pindah
sekolah. Namun sebenarnya ini keuntungan dia untuk menyatakan isi hatinya
kepada salma. Namun dia berfikir lagi ada rizky di samping salma. Apakah cinta
mereka akan bersatu?
Pulang sekolah. Fadli mengantarkan ginan ke bandara sedang
rizky sedang berjalan dengan salma. Dengan berat hati salma pun mengatakan yg
sebenarnya bisa saja menyakiti perasaan rizky.
“emm ky. Aku boleh ngomong sesuatu ga sama kamu?” kata salma.
“ngomong aja sayang.” Sambil mengusap kepalanya salma.
“emm, aku mau putus sama kamu kita ga bisa ngelanjutin
hubungan ini kalo akunya terpaksa.” Sambil menundukan wajahnya dan berhenti
berjalan.
“kenapa kamu terpaksa? Apa kamu mencintai orang lain selain
aku? Fadli?” jelas rizky.
Salma pun terkejut, kenapa dia mengetahui soal perasaannya
terhadap fadli.
“(sambil memeluk salma) udah tenang aja, aku udah tau
semuanya kok. Kalo kamu itu sebenernya Cuma cinta sama fadli bukan sama aku.
Aku juga nembak kamu Cuma buat buktiin ke fadli kalo kamu juga mampu berdiri
tanpa dia.’ Jelas rizky.
“kamu tau dari siapa emang?” herannyaa..
“dari temen kamu tuh sih karin. Jujur aja yah sebenernya aku
jadian sama kamu juga di suruh dia. Tanpa kamu tau kalo sebenernya kita itu
suka sama suka.” Jelasnya yg membuat salma betul-betul terkejut.
“ahh kamu jahat sama aku (menangis) kenapa kalian ngelakuin
itu sama aku. Karna aku, kalian jadian terpisahkan untuk semingu ini.” Kata
salma.
“udah gapapa. Karin juga ngerti kok. Kita pulang yah.” Mereka
pun pulang.
Ke esokan harinya di kelas. Salma menarik tangan karin dan
membawanya ketaman sekolah.
“aduh salma, lu itu apa-apaan sih? Sakit tau.” Kata karin.
“udah deh bawel banget. Gua udah tau semuanya kok soal lu
sama rizky. Kenapa sih lu malah ngelakuin ini semua demi gua? Sahabat yg baik
apa oon sih?” mencubit pipinya karin.
Tiba-tiba rizky datang dengan membawa setangkai bunga mawar
merah di tangannya.
“gua udah tau semuanya kalo sebenernya kalian itu saling
mencintaikan dan sekarang gua mau menyatukan kalian berdua.” Jelas salma.
“tapi kalian kan...” di potong oleh salma.
“kita udah putus kok. Dan sekarang adalah waktunya kalian
untuk bersatu.” Kata salma
Akhirnya karin dan rizky pun jadian. Cinta yg sempat
terpisahkan akhirnya bersatu.
Sepulang sekolah salma berjalan sendirian. Tiba-tiba matanya
di tutup dari belakang.
“hei, siapa ini. Lepasin gua gak.’’ Kata salma sambil
berteriak.
Tak lama kemudian matanya pun di bukan dan saat dia
membalikan badan ternya itu fadli dengan sebuah bunga tulip kuning di
tangannya.
“fadli, lu apa-apaan sih?” bete...
“udah deh jangan cemberut (sambil mencubit pipinya, lalu dia
pun memegang tangan salma) kalo lu sayang sama gua lu terima bunga ini tapi
kalo engga. Silahkan lu buang bunga ini.” Jelas fadli
Lalu salma pun mengambil bunga itu dan tiba-tiba dia membuang
bunga itu. Otomatis fadli pun kaget dia pun membalikan badannya dengan rasa
kecewa. Tiba-tiba salma memeluk fadli dari belakang dan berkata “aku ga butuh
bunga yg kamu kasih, meskipun itu bunga kesukan aku. Aku Cuma butuh kamu
seorang, mungkin bunga itu bisa aku beli berapa banyak pun. Tapi cinta kamu?
Gak akan pernah bisa aku beli. Aku mau kok jadi pacar kamu.” Jelas salma.
Fadli pun membalikan badannya dan berkata “kamu adalah cahaya
dalam hidupku.” Mencium kening salma.
Lalu karin dan rizky pun muncul dari belakang pohon.
“cieeee. Jadian nih.” Kata karin dan rizky.
“kalian yah. Ish nyebeli.” Merekan pun kejar-kejaran.
Malam harinya salma menulis semua kisah tadi buku diary yg ia
miliki sejak bertahun-tahun yang lalu.
TAMAT...
0 komentar:
Posting Komentar